Borongan Bangun Rumah
Balok

Jasa borongan bangun rumah nyatanya saat ini semakin mudah untuk ditemui sehingga bisa dimanfaatkan untuk memudahkan proses pembangunan rumah atau proyek Anda. Namun untuk calon pembeli yang akan menggunakan jasa dari borongan ini lebih baik mengenal lebih dalam seluk-beluk dari jasa borongan ini dengan membandingkan perbedaannya terhadap pekerja bangunan biasa.

Mengenal lebih dalam mengenai borongan bangun rumah

Perbedaan Pekerja Borongan dan Pekerja Harian

Yang perlu diketahui pertama dari perbedaan antara pekerja borongan dan harian adalah sistem kerja dan sistem pembayarannya. Dimana pekerja harian akan membutuhkan gaji setiap harinya kemudian pekerja borongan akan dibayar ketika proyek sudah selesai dan DP untuk di awal perjanjian. Cara menghitung borongan bangun rumah biasanya dihitung dari lamanya bekerja dan juga banyaknya pekerjaan yang akan dilakukan.

  • Pekerja Harian

Pekerja ini hanya berfokus pada pekerjaan yang harus diselesaikannya saja sementara untuk bahan bangunannya klien harus menyediakannya sendiri. Bayaran yang harus diterima untuk pekerja harian ini harus terus berjalan dan tidak bisa berhenti sebelum proyeknya selesai. Sistem dengan pekerja harian ini dirasa kurang praktis dan cenderung menjadikan pekerjaan tambahan untuk kliennya. Dimana harus melakukan pengawasan dengan lebih seksama.

Pekerja harian ada banyak macam dan juga biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa tenaga mereka. Mulai dari skill yang berkualitas dengan harga yang lebih mahal tergantung bagus tidaknya pekerjaan yang digunakan. Pekerja harian bisa menonjolkan keahlian yang lebih terlihat dan khusus untuk suatu pembangunan tertentu. Pekerja harian cocok dipilih untuk orang yang hanya membutuhkan pembangunan yang sederhana.

  • Pekerja Borongan

Untuk pekerja yang satu ini berfokus pada pekerjaan yang sepenuhnya dan juga bertanggungjawab atas segala kesediaan dari bahan bangunan yang akan digunakan selama proses pembangunannya. Pekerja borongan bertanggungjawab penuh atas kesesuaian jadwal selesainya sebuah pembangunan dan juga pembagian upah kerja sesuai dengan jobdesk yang telah dilakukan.

Pekerja borongan cocok dipilih untuk pembangunan yang membutuhkan waktu sedikit untuk menyelesaikan pembangunannya dengan praktis. Pekerja borongan cocok untuk klien yang membutuhkan pekerjaan yang lebih praktis tanpa harus terjun langsung ke lapangan dan hanya mendapatkan laporan progres pembangunan setiap hari maupun bulan.

Harga untuk Borongan

Harga untuk borongan ini disesuaikan dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal inilah yang menyebabkan harga dari borongan bisa menjadi mahal maupun lebih murah. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan dalam bangun rumah sistem Borongan:

  • Lokasi Bangunan

Untuk lokasi ini biasanya dibedakan harga yang akan dibeli, dimana harga pembangunan untuk area perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan area pinggir kota maupun pedesaan. Hal ini berkaitan dengan hambatan yang mungkin dilalui saat melakukan pekerjaan baik di kota maupun di desa.

  • Tingkat Kesulitannya

Semakin sulit medan yang dibangun maka semakin mahal harga yang harus dibayar untuk pekerja borongan ini.

  • Jenis Pekerjaan

Tentu saja setiap tenaga borongan memiliki harga yang berbeda sesuai dengan jenis pekerjaannya. Semakin tinggi risiko dari jenis pekerjaan yang dilakukan maka semakin tinggi pula bayaran yang akan didapatkan oleh tenaga borongan tersebut.

  • Keahlian Tukang Borongan

Untuk harga upah borongan bangunan bisa dibedakan lagi berdasarkan keahlian yang dimilikinya. Semakin mahir dan banyaknya keahlian yang dimiliki oleh tukang bangunan maka semakin mahal pula harga yang harus dibayar nantinya.

Baca Juga : Cara mudah menghemat biaya renovasi rumah

UNTUK KONSULTASI LEBIH LANJUT, CONTACT US:

CALL / WA : +628-1112-80842

Email :  info@ashamanunggal.co.id